• Light/Darkz
  • Search in progress . . .
  • Light/Dark
  • Dungeon ni Deai wo Motomeru no wa Machigatteiru Darou ka

    ダンジョンに出会いを求めるのは間違っているだろうか
    7.67 / 586468
    English : Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? Type : Episodes : 13 Status : Aired : Apr 4, 2015 to Jun 27, 2015 Premiered : Producers : , , , , , , , Licensors : Studios : Source : Light novel Genres : , , , , Duration : 24 min per ep Rating : PG-13 - Teens 13 or older Posted by : Bang Jago

    Synopsis

    Seri anime ini bersetting di sebuah dunia fantasi dimana dikisahkan dahulu kala para dewa dewi turun ke dunia bawah untuk mencari hiburan dan hidup dengan para manusia. Melepaskan kekuatan sebagai dewa dan dewi, mereka berencana untuk hidup berdampingan bersama manusia dan memberikan kekuatan melawan monster kepada para manusia serta membentuk sebuah familia. Orario merupakan kota dengan segala daya tariknya yang mampu mengundang perhatian para petualang untuk berburu di Dungeon yang ada di kota tersebut. Jika pada umumnya para petualang pergi ke Dungeon untuk berburu monster, namun Bell Cranell, seorang petualang amatir anggota Hestia Familia yang hidup serba pas-pasan lebih memilih pergi ke Dungeon dengan harapan dapat bertemu perempuan pujaannya.

    Salah satu kekuatan yang sekaligus menjadi sajian utama dari seri ini adalah setting universe fantasi yang ada. Sekilas, mengikuti seri Danmachi akan mengingatkan pada seri semacam SAO, Log Horizon, serta .hack karena pada awalnya dunia yang ada digambarkan seakan-akan sebagai dunia yang ada pada sebuah MMORPG, namun ternyata, alih-alih menampilkan dunia game, seri ini justru menampilkan sebuah dunia fantasi utuh, bukan dunia game.

    Beberapa istilah khas dari game RPG seperti Dungeon, Party, Skill, Status, STR, AGI, Adventurer, EXP, Quest dan semacamnya memang digunakan pada seri ini, namun ternyata hal tersebut tidak lantas menjadikan seri anime ini mengisahkan seorang pemain yang entah ketagihan atau terjebak dalam dunia game online, seri ini justru menyajikan kehidupan para karakter yang hidup dalam sebuah universe fantasi yang utuh. Penggunaan berbagai istilah yang seolah-olah merupakan logika dasar dari sebuah game online dalam dunia fantasi ini merupakan sebuah cara yang menarik dalam menjelaskan dunia pada seri ini karena suasana fantasi langsung dapat terasa.

    Tidak hanya mengenai istilah-istilah menyerupai game yang dibawa dalam universenya, hal lain yang menjadikan universe kisah ini menarik adalah adanya konsep Godly Being yang menjadi karakter pemandu para petualang. Pada seri ini, berbagai karakter Godly Being baik Dewa maupun Dewi yang ditampilkan mengambil referensi dari para dewa dan dewi dari berbagai mitologi. Sebut saja sang dewi yang terkenal dengan pita birunya, Hestia yang mengambil referensi dari dewi arsitektur mitologi Yunani, Loki yang merupakan salah satu dari trio bersaudara pada mitologi Nordik, Ganesha dari mitologi Hindu, hingga beberapa karakter dewa dan dewi lainnya yang berasal dari berbagai macam mitologi. Tidak hanya mengambil nama saja, terkadang beberapa sosok dewa dan dewi ini digambarkan memiliki ciri khas dari dewa dan dewi yang diwakili, seperti Loki yang jahil, Ganesha dengan topeng gajahnya, dan Hephaestos yang memiliki bengkel persenjataan. Penggunaan berbagai simbol dewa dan dewi dari berbagai mitologi ini mampu membawakan kisah yang cukup khas terutama interaksi para manusia dan dewa dewi dalam seri ini. Tidak hanya itu, interaksi antar dewa dewi yang berasal dari berbagai mitologi berbeda pada seri ini juga mampu menampilkan kisah yang menarik, seperti bagaimana Loki yang sering menjahili anggota Familianya serta dewa dewi lainnya.

    Salah satu tema utama dari cerita pada seri anime Danmachi ini adalah cerita dengan format From Zero to Hero. Tema ini berhasil diangkat dengan apik dalam mengisahkan perjalanan sang karakter utama, Bell Cranell dengan dewi Hestia yang tergabung dalam sebuah Familia kecil nan sederhana. Alih-alih menampilkan karakter super yang memiliki kekuatan hebat, seri ini justru mengisahkan Bell Cranell, seorang petualang level rendah, yang menjalani kehidupan bersama dewi Hestia dengan banyak keterbatasan dan hanya memiliki peralatan bertualang yang sederhana.

    Menikmati seri anime ini penonton akan disuguhkan pada kisah karakter utama yang cukup struggling dalam menjalani kehidupannya. Menjadi petualang tingkat rendah tentu membawa hidup yang cukup sulit pada seorang Bell Cranell, selain ia harus berusaha untuk melawan monster di Dungeon, ia juga harus menerima cemoohan dari orang-orang disekitarnya.

    Umumnya kehidupan sebuah familia dijalani oleh para dewa dewi beserta manusia yang tergabung dalam sebuah familia besar, namun berbeda dengan Hestia Familia yang hanya terdiri atas Bell serta Hestia. Bahkan keduanya pun hanya hidup di bekas reruntuhan gereja sebagai tempat tinggal.

    Kesulitan tidak hanya dihadapi oleh Bell semata, meskipun sebagai seorang dewi, namun Hestia berbeda dari dewa dan dewi lainnya. Ia menjalani hidup dengan sederhana, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya ia harus bekerja sambilan. Namun meski hidup dalam keterbatasan, baik Bell dan Hestia masing-masing memiliki tekad yang kuat. Tekad kuat ini ditunjukan oleh Bell dengan keseriusannya untuk menjadi lebih kuat agar bisa menaklukan dungeon dan mencapai tujuannya, sementara Hestia disisi lain terus mendukung Bell meski dengan segala keterbatasan, sampai-sampai ia rela membeli senjata secara kredit untuk Bell.

    Semangat dan tekad kuat ini menjadi salah satu unsur yang diangkat pada seri ini, ditengah keterbatasan, baik Bell dan Hestia tetap berjuang dengan sekuat tenaga. Perlahan-lahan Bell mengasah kemampuan dan karena potensi misterius yang ia miliki, Bell pun mulai menjadi salah satu petualang yang menarik perhatian seluruh penduduk Orario. Kemampuan status yang meningkat secara signifikan juga dengan bantuan sebilah pedang buatan Hephaestus, Bell perlahan mulai menunjukkan kemampuan dan membuktikan bahwa ia tidaklah selemah yang dibicarakan orang-orang. Keinginan dan tekad kuat untuk menjadi lebih baik ini menjadikan perkembangan karakter dari Bell dan Hestia cukup kuat pada seri ini. Bagaimana proses kedua karakter ini yang semula tidak memiliki apa-apa hingga menjadi karakter yang cukup penting mampu dieksekusi dengan baik pada seri anime ini.

    Meski secara konsep universe dan perkembangan karakter seri anime ini cukup menonjol, namun sayangnya dalam pembawaan cerita, plot yang ada kurang bisa dibawakan dengan baik. Bisa dikatakan secara singkat bahwa 13 episode seri anime ini kurang terlalu jelas menceritakan mengenai apa.

    Tidak adanya fokus dari konflik utama sepanjang 13 episode ini membawa cukup kebingungan saat menonton seri anime ini. Memang ada beberapa konflik dalam seri anime, namun konflik-konflik tersebut masih terhitung sebagai konflik minor dan tidak terlalu signifikan. Premis awal seri anime ini mengisahkan mengenai Bell yang jatuh cinta pada sosok Aiz karena ia ingin masuk dungeon hanya demi bertemu wanita, namun pada pertengahan cerita premis tersebut kurang dapat diangkat dengan baik meksi setelah pertengahan cerita baru dikisahkan Bell yang mulai latihan dan mulai akrab dengan Aiz, tapi tetap saja tidak menutup bahwa kisah tersebut kurang terlalu diangkat.

    Secara garis besar episode-episode yang ada hanya menampilkan perkenalan karakter saja. Tiap tiap episodenya hanya mengajak penonton menjalani kisah Bell dan Hestia yang bertemu dengan para karakter lain. Selain itu, tidak adanya sosok antagonis yang jelas terlihat juga menjadikan seri anime ini kurang dalam hal plot. Beberapa episode ditampilkan sosok Freya yang sepertinya memiliki rencana jahat kepada Bell, namun hal tersebut kurang disampaikan secara jelas, bahkan hingga akhir peran Freya sebagai antagonis sangat tidak jelas.

    Meskipun banyak mengandung adegan aksi pada seri ini, namun tense yang terasa hanya sekedar dari adegan-adegan aksi tersebut saja, tense dari pembawaan cerita tidak teralu terasa karena memang plot cerita tidak disampaikan dengan cukup jelas.

    Episode terakhir dari seri ini memang menampilkan kisah yang cukup menegangkan dan emosional, namun sayangnya, episode-episode sebelumnya tidak berhasil membangun suasana untuk menyambut berbagai ketegangan dan nuansa emosional dari episode akhir ini. Secara tiba-tiba saja muncul sebuah raksasa, padahal sebelumnya Hestia dan Bell tengah berkonflik dengan sekelompok petualang lainnya. Hal ini kerap terjadi pada episode episode sebelumnya dimana kesinambungan antar plot yang sudah sangat tidak terasa dibawakan dengan kurang baik.

    Trailer

    Daftar Batch from Anime Dungeon ni Deai wo Motomeru no wa Machigatteiru Darou ka

    Batch Complete
    360p | gd | u4d | rc | hx |
    480p | gd | u4d | rc | hx |
    720p | gd | u4d | rc | hx |