• Light/Darkz
  • Search in progress . . .
  • Light/Dark
  • Mari Berkenalan dengan Sastrawan dari Bungo Stray Dogs – Bagian 3: Kyoka Izumi dan Koyo Ozaki

    Diposting oleh Bang Jago , Rilis 1 months ago

    KAORI telah membahas dua sastrawan dari seri anime Bungo Stray Dogs yaitu Doppo Kunikida dan Akiko Yosano di artikel sebelumnya. Kali ini, kami akan membahas sastrawan selanjutnya, yaitu Kyoka Izumi dan Koyo Ozaki. Kedua sastrawan ini cukup menarik, karena memiliki hubungan yang dekat di dunia nyata, sebagaimana digambarkan dalam anime Bungo Stray Dogs. Hal yang lebih menarik lagi, sangat bertolak belakang dari animenya, ternyata kedua sastrawan ini merupakan laki – laki!

    Kyoka Izumi

    Kyoka Izumi, ternyata merupakan nama pena dari Kyotaro Izumi. Ia lahir di Kanazawa, pada 4 November 1873. Sastrawan yang dikenal dengan karya – karya fiksi supranatural ini memang sudah tertarik dengan dunia sastra sedari muda. Keluarganya sendiri memiliki latar belakang artis dan pengrajin. Ayahnya, Seiji Izumi (泉清次), adalah seorang pembuat ornamen, sedangkan ibunya, Suzu Nakata (中田 鈴), bekerja dalam dunia teater. Bekerja di komunitas seni ternyata tidak membuat keluarga Izumi sejahtera. Masalah keuangan menyelimuti setiap hari, yang membuat Kyoka Izumi sekolah di ‘Hokuriku English-Japanese School’, yang menyediakan program sekolah gratis tanpa biaya. Hal ini membuat Kyoka Izumi berbeda dengan penulis terkemuka di eranya, yang biasanya masuk di universitas bergengsi untuk mengasah kemampuan literatur mereka. Kyoka Izumi kehilangan ibunya di umurnya yang ke 9 tahun. Hal ini sangat mempengaruhinya hingga dewasa, di mana Ia sering menuangkan pemikiran dan perasaannya terhadap Ibunya dalam karya – karyanya.

    Di umurnya yang masih 16 tahun, Izumi pergi ke tokyo untuk berpetualang di dunia literatur lebih dalam, yang pada saat itu dia yakin benar bahwa hal tersebut merupakan passionnya. Koyo Ozaki, yang sudah memiliki nama dalam dunia literatur, menjadi orang yang dikagumi Izumi. Untuk mengembangkan kemampuan menulisnya, Izumi bermaksud berguru kepadanya. Dengan bermodalkan tekad dan rasa nekat yang tinggi, Izumi menemui Koyo Ozaki secara langsung (tanpa mengatur janji terlebih dahulu). Ternyata secara mengejutkan, Koyo menerima Kyoka menjadi muridnya dan membimbingnya secara langsung. Di bawah didikan Koyo, Kyoka menjalani pelatihan dengan penuh determinasi. Kyoka sering berlatih melakukan pengecekan dan penyuntingan naskah karya Koyo sendiri. Koyo dan Kyoka tinggal bersama, dan sebagai bentuk terimakasih, Kyoka melakukan pekerjaan rumah Koyo setiap harinya. Pertemuan dengan Koyo Ozaki menjadi kunci kesuksesan Kyoka Izumi dalam dunia literatur.

    Kyoka Izumi melahirkan karya pertamanya pada tahun 1893, yaitu ‘Yazaemon Kanmuri’, yang diterbitkan dalam koran ‘Hi no Newspaper‘. Sebelum diterbitkan, editor dari koran tersebut sebenarnya ingin menolak penerbitannya karena cerita yang dianggap kurang menarik. Mendengar hal itu, Koyo Ozaki mencoba berbicara dengan sang editor, dan berharap agar memberi kesempatan kepada Kyoka Izumi, yang tentu saja diiyakan karena pengaruh reputasi Koyo Ozaki sendiri. Dari situ, Kyoka Izumi terus menulis dan melahirkan karya – karya berikutnya. Tantei Bunko menerbitkan karya Kyoka selanjutnya, yaitu ‘Boneka Hidup’ atau ‘iki-ningyo’ (活人形). Karya berikutnya adalah ‘Jam Emas’ atau ‘Kindokei’ (金時計). Tak lama kemudian, Kyoka menderita penyakit beri-beri, dan harus pulang ke Kanazawa untuk menjalani pengobatan, dan akhirnya melakukan berbagai perjalanan ke tempat lain. Dalam perjalanannya, Ia mendapat inspirasi untuk menghasilkan karya lainnya yaitu ‘Istri orang lain’ atau ‘Tanin no Tsuma‘ (他人の妻).

    Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1894, dia kembali ke kampung halamannya untuk tinggal bersama adik dan neneknya, dan mencari pekerjaan yang layak karena menulis tidak menghasilkan uang yang cukup (pada saat itu). Tapi neneknya bersikeras memaksa Kyoka Izumi untuk kembali ke Tokyo dan melanjutkan karirnya dalam menulis. Kyoka menuruti permintaannya dan melahirkan karya – karya selanjutnya di Tokyo, salah satunya adalah ‘Yang adil dan sopan’ atau ‘Giketsu Kyoketsu'(義血侠血) yang pada tahun 1933 diadaptasi menjadi film bisu berjudul ‘Sang Penyihir Air’ atau ‘Taki no Shiraito’ (滝の白糸). Untuk membantu keuangan keluarga, Izumi bekerja dalam projek penyusunan ensiklopedia pada tahun 1895. Di tahun yang sama, Ia menciptakan cerita berjudul ‘Sang Penjaga Malam’ atau ‘Yakojunsa‘ (夜行巡査). Cerita tersebut diterbitkan oleh majalah Bungei Kurabu dan sukses besar.

    Di umurnya yang ke 29, Kyoka Izumi mengalami masalah pada sistem pencernaannya, sehingga Ia memutuskan kembali ke Kanagawa, dan menetap di kota Zushi. Di kota tersebut, Kyoka bertemu dengan calon istrinya, Suzu Ito (伊藤 すず), yang diperkenalkan oleh teman masa kecilnya. Mereka berdua menikah pada tahun 1903, dan tinggal bersama di Ushigome. Namun tak lama setelah kebahagiaan tersebut, masih di tahun yang sama, kesedihan kembali menghampiri Kyoka, yaitu meninggalnya Koyo Ozaki. Tiga tahun berselang, neneknya ikut meninggalkannya. Kesedihan yang bertubi – tubi dan masalah sistem pencernaan yang tak kunjung sembuh membuatnya kembali ke Zushi untuk mencoba ‘berteman baik’ dengan segala cobaan kehidupan. Setelah akhirnya membaik, Kyoka kembali ke Tokyo pada tahun 1908, dan menulis tiga cerita baru. Antara tahun 1913-1914, Kyoka Izumi menulis empat cerita yang cukup sukses dan menjadi hits. Di tahun ini Kyoka juga memulai menulis cerita untuk drama. Ia bergabung ke dalam komunitas seni kekaisaran, setelah menulis karya hebat terakhirnya berjudul ‘Bunga Ume Merah Muda’ atau Usu Kobai (薄紅梅). Kyoka Izumi membuktikan bahwa penyakit dan runtutan kesedihan yang dialaminya bukan menjadi penghalang dalam menghasilkan karya sensasional. Ia meninggal pada 7 September 1939 di Tokyo, pada usianya yang ke 65.

    Skill: Demon Snow (Yasha Shirayuki)

    Dalam anime Bungo Stray Dogs. Kyoka Izumi menjadi salah satu karakter yang sering ditampilkan. Seperti yang sudah dijelaskan, walaupun aslinya adalah seorang pria, dalam Bungo Stray Dogs, Kyoka Izumi adalah wanita. Ia merupakan salah satu anggota Port Mafia, yang nantinya bergabung dengan pasukan detektif bersenjata, dan sering kali menjalani misi bersama sang tokoh utama, Atsushi Nakajima.

    Kemampuan yang dimiliki oleh Kyoka Izumi dalam Bungo Stray Dogs yaitu Demon Snow, atau ‘Yasha Shirayuki’ (夜叉白雪). Kemampuan ini berwujud roh wanita berwarna biru, yang bisa dipanggil Izumi melalui smartphone nya. Walaupun memiliki kekuatan tempur yang mengerikan, di awal animenya Kyoka tidak bisa mengontrol secara penuh sang dewa salju. Kemampuan ini merupakan referensi dari cerita drama yang ditulis oleh Kyoka Izumi dalam kehidupan nyata, yaitu ‘Demon Pond‘ pada tahun 1913. Demon Pond mengisahkan seorang wanita muda bernama shirayuki, yang ditumbalkan kepada sebuah danau (demon pond itu sendiri) agar desa di sekitarnya tidak tenggelam banjir. Cerita ini juga sempat diadaptasi menjadi film pada tahun 1979 dengan judul yang sama.

     

    Berita Lainnya